Photobucket

Rabu, 19 Desember 2012

Pengertian Biopori & Cara Membuat Lubang Resapan Biopori Air (LRB) Pada Lingkungan Sekitar Kita


Kondisi kota besar seperti DKI Jakarta yang memiliki lahan resapan air yang sangat sedikit sekali disertai dengan penggunaan air tanah yang sangat berlebihan menyebabkan penurunan permukaan tanah serta mengakibatkan sulitnya untuk mendapatkan air berkualitas baik dan cukup di kawasan tersebut.

Dengan demikian keseimbangan lingkungan yang harus terus menerus dilestarikan dan dijaga pun semakin rusak dan tidak terkendali. Untuk itulah diperlukan adanya gerakan pelestarian alam sekitar yang dilakukan secara bersama-sama oleh semua pihak serta berkesinambungan.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah mengalirnya air hujan ke selokan yang kemudian terbuang percuma ke laut lepas adalah dengan pembuatan lubang biopori resapan atau LBR.
Arti definisi dan pengertian lubang biopori menurut organisasi.org adalah lubang yang dengan diameter 10 sampai 30 cm dengan panjang 30 sampai 100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan di sekitarnya serta dapat juga membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai untuk pupuk tumbuh-tumbuhan.
Tujuan / Fungsi / Manfaat / Peranan Lubang Resapan Biopori / LRB :
1. Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
2. Membuat kompos alami dari sampah organik daripada dibakar.
3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma ke laut.
5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.
Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air :
1. Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.
2. Di sekeliling pohon.
3. Pada tanah kosong antar tanaman / batas tanaman.

Cara Pembuatan Lubang Biopori Resapan Air :
1. Membuat lubang silindris di tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 30-100 cm serta jarak antar lubang 50-100 cm.
2. Mulut lubang dapat dikuatkan dengan semen setebal 2 cm dan lebar 2-3 centimeter serta diberikan pengaman agar tidak ada anak kecil atau orang yang terperosok.
3. Lubang diisi dengan sampah organik seperti daun, sampah dapur, ranting pohon, sampah makanan dapur non kimia, dsb. Sampah dalam lubang akan menyusut sehingga perlu diisi kembali dan di akhir musim kemarau dapat dikuras sebagai pupuk kompos alami.
4. Jumlah lubang biopori yang ada sebaiknya dihitung berdasarkan besar kecil hujan, laju resapan air dan wilayah yang tidak meresap air dengan rumus = intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap air (meter persegi) / laju resapan air perlubang (liter / jam).
Sumber informasi lubang air biopori tambahan : biopori.com
Selamat mencoba membuat lubang resapan biopori / LRB untuk ikut serta dalam melestarikan kondisi alam sekitar kita.
Go green...

POhooon POHon.......


Mendengar kata "tissue , kertas maupun kardus" pasti sangat tidak asing ditelinga para GREis khan???

ayo kita pikirkan..
semua itu dari terbuat dari apa??
kertas dan pulb..
dan itu asalnya dari mana????
yuuup. pohon tentunya..
kertas lebih detailnya bahannya itu berupa merang, bagas, bambu, kertas bekas dan kayu bulat. Industri pulp skala besar, yang kebanyakan didirikan di luar pulau Jawa, bahan baku utamanya adalah kayu bulat yang berasal dari hutan alam.
sama dengan pulb. bahan baku pembuatan pulb itu juga kayu bulat

para JUR gREis dapet data di klikglobalmedia.com

"Pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia sungguh menakjubkan.
Kapasitas produksi industri kertas pada tahun 1987 sebesar 980.000 ton, kemudian tahun 1997 meningkat tajam menjadi 7.232.800 ton.


Bila memperhitungkan rencana perluasan dan investasi baru pada tahun 1998-2005 maka kapasitas produksi industri kertas sampai dengan akhir tahun 2005 dapat bertambah menjadi 13.696.170 ton (APKI Direktori, 1997). Demikian juga halnya dengan industri pulp.
Pada tahun 1987 kapasitas produksi industri pulp baru mencapai 515.000 ton, kemudian
tahun 1997 meningkat menjadi 3.905.600 ton.
Sementara itu, pada tahun 1998-1999 telah direncanakan penambahan kapasitas produksi sebesar 1.390.000 ton. Dengan demikian, pada akhir tahun 1999 total kapasitas produksi industri pulp dapat mencapai 5.295.600 ton. Penambahan kapasitas produksi oleh industri pulp yang sudah ada dan adanya rencana investasi baru pada tahun 2000 - 2005 akan menambah kapasitas produksi industri pulp pada akhir tahun 2005 menjadi total 12.745.600 ton."

what what what... buanyak banget tuh...

pohonya sapa yang mau dibuat jadi pulb ama kertas...

dan mengapa adanya penambahan produksi pulb dan kertas?????

eits inget itu masih pas tahun 2005
dan jangan nyalahin para produksi industri dulu..
ini semua juga karena kita..
karena konsumsi / kebutuhan kita akan kertas dan pulb untuk pembuatan kertas, tissue, buku, kardus2 dkk itu meningkat tajam. dan ekspor akan kertas dan pulb itu makin meningkat.
di indonesia ekspor kertas dan pulb merupakan salah satu dari 10 komoditi ekspor andalan indonesia.

nah bisa bayangin pohon2 di indonesia setiap hari ditebang berapa pohon??? itu masih dibuat kertas dan pulb...
kalo ditambahin ama konsumsi kayu indonesia buat peralatan rumah. seperti kursi, meja, tempat tidur, dkk itu jadi berapa?????????? terus ditambahin ama para penebang pohon liar dan ilegal itu jadi berapa nasib pohon yang ditebang????????????

wuaaaa kalo mbayangin itu . pikiran kita terlintas semakin gundulnya pohon2 kita di indonesia...
terus akibatnya apa????? global warming juga khan...

nah ... nyesel kan jika kita buang2 tissu maupun kertas dengan hal yang nggak penting.

nah begitu dulu infonya. semoga bermanfaat buat para GREis .